google-site-verification=pB7nJ-8VPD0_MU4TKKyNnhUXXIueNs_7eRq4jEOYWZA CABE | BOW Merah Hati

CABE




Cabe
            Siapa sih yang tidak tahu jenis sayuran yang disebut dengan cabai atau “cabe”? Cabai merupakan sayuran yang dapat memberikan rasa dan sensasi unik yang tidak dapat diberikan sayuran lain. Bila terkena mata maka akan perih sekali sampai menangis. Bila dioleskan dikulit rasanya seperti dioleskan minyak angin. Bila Anda makan cukup banyak, pedasnya bisa membuat lidah Anda terbakar, membuat mata Anda meneteskan air mata, nafas tersengal-sengal, jantung  bergedup dengan cepat dan tubuh bercucuran keringat. Bila Anda makan terlalu banyak, perut Anda akan terasa melilit, mules, badan terasa lemas dan keringat dingin. Dan ketika Anda buang air besar rasanya hari berjalan sangat lambat, begitu sulit mengeluarkannya dari tubuh Anda, dan ketika sudah keluar, “maaf”, dubur Anda terasa sangat perih seolah-olah baru disikat dengan kawat. Itulah sensasi yang saya maksudkan.

Bagaimana menurut Anda atas gambaran cabai di atas? Lebih banyak sisi negatifnya dibandingkan sisi positinya bukan? Tetapi kenapa sampai sekarang hampir sebagian manusia di dunia ini tetap mengkonsumsinya, bahkan untuk beberapa orang mereka tidak dapat hidup tanpa cabai. Cabai sendiri merupakan salah satu komoditi ekspor utama Indonesia. Selain Indonesia masih banyak negara lain seperti Meksiko, India, dan Brazil yang merupakan negara dengan penduduk yang mengkonsumsi cabai terbesar di dunia. Di Indonesia sendiri cabai merupakan salah satu makanan pokok. Coba Anda bayangkan makan ayam goreng tanpa sambal atau cabai yang telah diolah rasanya mungkin kurang lengkap, atau makan gorengan seperti tahu atau tempe goreng tanpa cabai rawit, rasanya seolah-olah Anda tidak makan gorengan bukan? Bahkan beberapa orang makan cabai lebih banyak dibandingkan dengan gorengan itu sendiri.
Saya yakin Anda pasti bingung mengapa saya membahas cabai pada topik kali ini. Saya sendiri tersenyum-senyum membayangkan ketika Anda keheranan membaca artikel ini. Saya rasa sudah cukup panjang saya membahas tentang cabai. Kini saya akan menjelaskan arti moral di balik penjelasan mengenai cabai ini. Sebelum dimulai saya akan memberikan satu pertanyaan kepada Anda supaya Anda memiliki sedikit gambaran apa yang akan saya bahas. Pertanyaannya adalah apakah dalam kehidupan Anda, Anda pernah beberapa kali atau bahkan sekali pun, merasa seperti seorang pecundang (looser), kurang percaya diri (“PD”), iri atau “minder”?
Dengan sangat yakin saya akan mengatakan bahwa Anda pasti pernah merasa seperti itu. Apabila ada yang membantah saya bahwa Anda belum pernah sekalipun merasa seperti itu, maka saya akan sangat bersedih untuk Anda karena Anda belum benar-benar hidup dan hidup belumlah lengkap sebelum merasakan hal tersebut. Setiap manusia mempunyai sisi cabai dalam dirinya masing-masing, sisi dimana seseorang merasa bahwa dirinya tidak berguna dan tidak berarti dibandingkan dengan orang lain, sisi yang mengatakan “saya bukan siapa-siapa dan saya tidak berarti apa-apa”, sisi yang sama seperti cabai yang memberikan rasa pedas dan tidak nyaman. Banyak yang tidak menyadari bahwa di balik semua kekurangan tersebut terdapat suatu potensi yang belum terlihat yang dapat digali.
Tidak perlu merasa malu jika Anda merasa “minder” karena pada dasarnya semua orang pernah mengalami hal ini.  Rasa “minder” adalah rasa iri yang muncul karena adanya suatu hasrat atau keinginan dari diri sendiri untuk memperoleh atau mencapai sesuatu dimana orang lain telah memperoleh atau mencapainya.
Perasaan “minder” tidaklah negatif jika Anda dapat mengartikannya dengan tepat, yang maksudnya bahwa kehidupan memberikan Anda perasaan “minder” sebagai suatu alat agar Anda tidak sombong dan mengingatkan Anda bahwa akan selalu ada orang lain yang lebih baik, hebat, kaya, cantik, dan sebagainya dibandingkan diri Anda. Banyak orang yang salah mengartikan rasa “minder” ini sehingga membuat kehidupan mereka menjadi negatif dan merugikan diri mereka.
Rasa “minder” itu sendiri terselubung sehingga terkadang kita tidak menyadarinya. Contohnya Anda melihat orang lain mengendarai mobil mewah dan Anda mungkin mengatakan pada diri sendiri bahwa orang tersebut pasti beruntung atau dilahirkan dari keluarga kaya dan Anda merasa tidak akan pernah dapat mengendarai mobil seperti itu. Dengan pemikiran seperti itu maka Anda tidak akan berusaha untuk memikirkan bagaimana caranya untuk memiliki mobil seperti itu. Hal ini akan mengakibatkan pikiran bawah sadar Anda terprogram bahwa hanya orang yang berasal dari keluarga kaya atau beruntung yang dapat memiliki mobil mewah, sehingga sampai kapanpun Anda tidak akan pernah dapat memiliki mobil mewah apapun.
Setiap manusia yang dilahirkan mempunyai kelebihan dan kekurangan. Namun sangat disayangkan banyak sebagian orang hanya berfokus pada kekurangan atau kelebihan yang dimiliki orang lain, padahal kekurangan atau kelebihan yang dimiliki semua orang adalah suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan seperti dua sisi mata uang logam. Tetapi terkadang kita terlarut dalam kekurangan kita dan berangan-angan ingin menjadi seperti orang lain.
Saya memiliki seorang teman yang mempunyai rasa “PD” yang tinggi. Dia berani berkenalan dengan wanita manapun, dimanapun dan kapanpun. Tetapi di balik itu semua saya dapat merasakan bahwa dia sebenarnya mempunyai rasa “minder” yang cukup tinggi. Rasa percaya dirinya untuk  berkenalan dengan wanita tidak lebih sebagai topeng untuk menutupi rasa “minder” dalam diri dia yang sesungguhnya. Saya berani mengatakan hal ini karena dia selalu berfokus pada kekurangan dirinya dan berfokus pada kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Setiap kali bertemu, dia selalu memamerkan kekurangan yang dimilikinya bahwa dia tidak menarik, tidak tampan dan tidak kaya sehingga mengakibatkan dirinya masih “jomblo” sampai sekarang. Sedangkan menurut pendapat saya sebenarnya dirinya tidaklah seperti apa yang dia katakan bahkan sebaliknya. Ini adalah salah satu rasa “minder” terselubung yang sangat berbahaya bila tidak disadari.
Saya sering mencoba membuka pandangan dia bahwa jangan merendahkan wanita seperti itu, tidak semua wanita mencari ketampanan atau kekayaan. Tetapi hal ini sudah terprogram dalam pikiran bawah sadarnya dan dia merasa nyaman dengan pemikiran seperti itu. Saya tidak dapat membantu orang yang tidak ingin dibantu. Saya hanya dapat mengatakan kepadanya bahwa bagaimana dia dapat membuat orang lain tertarik dengan dirinya tetapi dia sendiri tidak tertarik dengan dirinya sendiri?
Saya percaya bahwa setiap manusia mempunyai peranan yang berbeda-beda dalam kehidupan ini seperti layaknya sebuah jigsaw puzzle. Setiap keping tidak dapat berdiri sendiri dan puzzle tersebut tidak akan pernah lengkap dan sempurna bila kehilangan salah satu kepingannya. Seperti layaknya diri Anda dan saya, masing-masing mempunyai suatu peranan bagi kehidupan baik bagi keluarga, teman,  maupun lingkungan Anda.
Bila Anda merasa minder, ubahlah rasa “minder” tersebut menjadi suatu pemicu agar Anda berusaha untuk menjadi lebih baik. Berpikirlah bahwa jika pernah ada orang yang telah berhasil memperoleh sesuatu yang Anda inginkan, maka Anda tentu juga bisa melakukan hal tersebut. Janganlah berfokus pada kekurangan diri Anda karena Anda memiliki kualitas dan nilai berbeda yang tidak dimiliki oleh orang lain.
Jangan katakan bahwa rumput tetangga lebih hijau, rumput tidak akan pernah hijau jika Anda tidak merawatnya. Anda juga akan selalu merasa “minder” jika Anda tidak memperbaiki diri sendiri. Orang lain tidak akan pernah menghargai Anda jika Anda tidak menghargai diri Anda sendiri. Dan Anda tidak akan pernah bisa menghargai orang lain sebelum Anda belajar menghargai diri sendiri. Ingatlah selalu akan cabai, sekalipun memiliki banyak kekurangan tetapi cabai dapat memberikan cita rasa yang berbeda.
 
Try it now:
  1. Berhentilah untuk membandingkan diri Anda dengan orang lain. Seperti yang sudah saya katakan di atas bahwa Anda akan selalu bertemu dengan orang yang lebih baik dari Anda, jika Anda terus membandingkan diri Anda dengan orang lain maka hal ini akan menyebabkan Anda membenci diri Anda sendiri. Daripada membandingkan diri Anda dengan orang lain, lebih baik berusahalah untuk bersaing dengan diri sendiri dengan melakukan segalanya lebih baik dari sebelumnya.
  2. Jangan menjelek-jelekan diri Anda sendiri. Kenalilah kualitas pribadi yang Anda miliki. Setiap saat katakan suatu kualitas positif yang Anda miliki, seperti “saya adalah orang yang menyenangkan” atau “saya bahagia mempunyai keluarga dan sahabat yang selalu mendukung saya”.
  3. Jadilah lebih percaya diri. Berjalanlah lebih cepat, janganlah membungkuk tetapi l uruskan punggung dan bahu Anda. Lemparkan pandangan Anda  lurus ke depan. Sering-seringlah tersenyum dan senyumlah dengan tulus.
  4. Perbaiki penampilan Anda, kenakan pakaian yang cocok dengan postur tubuh Anda. Secara psikologis, berpakaian dengan baik dapat meningkatkan rasa percaya diri. Manusia adalah makhluk visual dan sebagian besar orang menilai Anda dari penampilan Anda. Kesan pertama tidak datang dua kali jadi selalu persiapkan diri Anda seolah-olah Anda akan bertemu dengan orang baru.
  5. Sebelum Anda ingin dihargai, hargailah orang lain terlebih dahulu apapun profesi mereka sekalipun mereka hanyalah tukang parkir, office boy atau apapun itu. Selalu ucapkan terima kasih atas perbuatan atau bantuan yang diberikan oleh orang lain kepada Anda.
  6. Jadilah rendah hati bukan rendah diri. Rendah hati berbeda dengan rendah diri. Orang yang rendah hati adalah orang yang tidak menyombongkan kelebihan yang dimilikinya, sedangkan orang yang rendah diri adalah orang yang memamerkan kekurangan dirinya. Ucapkanlah hal-hal yang positif dan berikan pujian jika seseorang memang pantas dipuji.
 
Yang penting adalah memahami diri sendiri, melihat apa yang sebenarnya Tuhan inginkan dalam hidup saya dan menemukan ide untuk apa saya hidup dan mati.” --Soren Kierkegaard

 diposkan oleh http://puisimerahhati.blogspot.com

0 komentar:

Post a Comment

 
© 2009 BOW Merah Hati | Powered by Blogger | Built on the Blogger Template Valid X/HTML (Just Home Page) | Design: Choen | PageNav: Abu Farhan