google-site-verification=pB7nJ-8VPD0_MU4TKKyNnhUXXIueNs_7eRq4jEOYWZA BOW Merah Hati
Showing posts with label PUISI PRIBADI. Show all posts
Showing posts with label PUISI PRIBADI. Show all posts

LOVe




Akhirnya Mungki n Menjadi Nyata

Mungkin senyum itu terakhir yang membekas
Mungkin suara itu terakhir yang terdengar
Mungkin langkah kaki itu terakhir yang melangkah
Mungkin tangan itu terakhir yang menggenggam
            Tak selama tak seindah alunan melodi yang mengiringi lagu itu
            Tak semerdu tak seirama alunan nyanyian yang merdu
            Elok, tak sindah
            Rupa, tak semuram
Rindu melangkah menyambut angin yang berdesir
Diwaktu diujung nadir
Aroma mu terakhir yang membekas
Berbeda dan itu yang membuat pencarian berakhir
            Ku tak sama (1)
            Ku memilih (2)
            Tambatan hati telah terpatri di relung
            Teruntuk nafasku yang membekas diangkasamu,...(3)

Kharisma 20.48
27/05/’14

HITAM PUTIH




Wajah sendu di iringi isak tangisan yang menyayat diri
Karangan bunga menghiasi pelataran halaman itu
Ku mulai bertanya kepada sobat karibku
Dengan segala penasaran yang ada kumencoba menunduk lalu menengadah
Apakah benar? Tuhan lebih menyayanginya daripada,...
Orang tuanya, Saudaranya, Kawannya ataupun Kekasihnya,...
Entahlah yang pasti saat ini kuhiasi tubuhku dengan hitam
Dan tubuhmu dengan putih
Semoga kau tersenyum kawan disana dengan para bidadari yang kau impikan....

kHarisMa,13514

SENDU



Raut wajah tua tergarit di keningnya
Melawan kerasnya jalan
Di persimpangan ibu kota
Satu persatu langkah kaki yang lunglai
Menyusuri dalamnya angan
Terkulai lemah tergolek tak berdaya
Satu haripun dia belum mengisi batinnya
Berteduh di bawah cakrawala
Menginjakkan kakinya di atas kalbu
Entah sampai kapan nyawanya kan di cabut oleh NYA
Untuk mengisi hari hari penantian akhir
Dia kan tetap berada di jalanan
Sampai dia bertemu sang khalik

Kharisma ‘12
10.43/03-23

SALAH



Jauh dalam angan yang menganga
Melihat dunia berkecamuk
Satu persatu bertumbangan pahlawan kita
Lagi dan lagi membusuk di jalanan
Bergelimpangan mencari kebenaran
          Sampai kapan kan indah …
          Tak ada darah dan peluru
          Yang membising di telingaku
          Semua merasa benar yang diyakini
          Lalu siapa yang salah?
          Tak ada …..
Dunia tempat fana
Kenapa di perebutkan?

JOGOROGO,22052012
Kharisma kurniawan

Renungan dalam angan



Tak semudah kata
Tak sebesar perbuatan
Tapi relung penantian yang terfikir
Entah angin kan berujar atau tidak
Meniupkan kehangatan dalam sanubari
Elok tak fana
Debat dalam hati tuk berujar “aq menyesal telah mengetahuinya”
Terlambat bukanlah hal yang kuinginkan
Tak adakah kesempatan kedua atau ketiga
Merubah semua
Yang telah terjadi tuk menjadi yang terbaik

Kharisma ‘12
03-23
 
© 2009 BOW Merah Hati | Powered by Blogger | Built on the Blogger Template Valid X/HTML (Just Home Page) | Design: Choen | PageNav: Abu Farhan