google-site-verification=pB7nJ-8VPD0_MU4TKKyNnhUXXIueNs_7eRq4jEOYWZA Puisi Toto Sudarto.B | BOW Merah Hati

Puisi Toto Sudarto.B

Toto Sudarto Bachtiar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Toto Sudarto Bachtiar (lahir di Cirebon, Jawa Barat, 12 Oktober 1929 – meninggal di Paris, Perancis, 9 Oktober 2007 pada umur 77 tahun) adalah penyair Indonesia yang seangkatan dengan W.S. Rendra. Penyair angkatan 1950-1960-an ini dikenal masyarakat luas dengan puisinya, antara lain Pahlawan Tak Dikenal, Gadis Peminta-minta, Ibukota Senja, Kemerdekaan, Ode I, Ode II, dan Tentang Kemerdekaan.

Karya

  • Suara: kumpulan sajak 1950-1955, 1956, memenangkan Hadiah Sastra BMKN
  • Etsa (kumpulan sajak, 1958)
  • Datang dari masa depan: 37 penyair Indonesia (2000)

Terjemahan

  • Pelacur (1954), terjemahan karya Jean Paul Sartre
  • Sulaiman yang Agung (1958), terjemahan karya Harold Lamb
  • Bunglon (1965), terjemahan karya Anton Chekhov
  • Bayangan Memudar (1975), terjemahan karya Breton de Nijs, diterjemahkan bersama Sugiarta Sriwibawa
  • Pertempuran Penghabisan (1976), terjemahan karya Ernest Hemingway
  • Sanyasi (1979), terjemahan karya Rabindranath Tagore
  • KUMPULAN PUISI KARYA TOTO SUDARTO BACHTIAR

    PAHLAWAN TAK DIKENAL

    Karya : Toto Sudarto Bachtiar
    Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
    Tetapi bukan tidur, sayang
    Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
    Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang

    Dia tidak ingat bilamana dia datang
    Kedua lengannya memeluk senapang
    Dia tidak tau untuk siapa dia datang
    Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang

    Wajah sunyi setengah tengadah
    Menangkap sunyi padang senja
    Dunia tambah bekudi tengah derap dan suara merrdu
    Dia masih sangat muda

    Hari itu 10 November,hujan pun mulai turun
    orang orang-ingin kembali memandangnya
    Sambil merangkai karangan bunga
    Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya

    Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
    Tetapi bukan tidur,sayang
    Sebuah peluru bundar di dadanya
    Senyum bekunya mau berkata : aku sangat muda




    TENTANG KEMERDEKAAN


    Karya : Toto Sudarto Bachtiar



    Kemerdekaan ialah tanah air dan laut semua muara
    janganlah takut kepadanya

    Kemerdekaan ialah tanah air penyair dan pengembara
    janganlah takut padanya

    Kemerdekaan ialah cinta salih yang mesra
    Bawalah daku kepadanya





    GADIS PEMINTA-MINTA

    Karya :Toto Sudarto Bachtiar



    Setiap kali bertemu,gadis kecil berkaleng kecil
    Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
    Tengadah padaku,pada bulan merah jambu
    Tapi kotaku jadi hilang,tanpa jiwa

    Ingin aku ikut,gadis kecil berkaleng kecil
    Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok
    Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan
    Gembira dari kemayaan riang

    Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedral
    Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kau hafal
    Jiwa begitu murni, terlalu murni
    Untuk bisa membagi dukaku

    Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil
    Bulan di atas itu, tak ada yang punya
    Dan kotaku, ah kotaku
    Hidupnya tak lagi punya tanda

0 komentar:

Post a Comment

 
© 2009 BOW Merah Hati | Powered by Blogger | Built on the Blogger Template Valid X/HTML (Just Home Page) | Design: Choen | PageNav: Abu Farhan